Tim IPB University Produksi Face Shield, Bantu Ketersediaan APD Bagi Tenaga Kesehatan

Meluasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia hingga hari ini masih menjadi tantangan besar, terutama dalam penyediaan alat kesehatan. Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak memadai berpeluang besar menjadi penyebab tertularnya tenaga medis saat merawat pasien positif COVID-19.

Hal ini mendorong pakar IPB University yakni Prof Dr Indra Jaya, MSc bersama dengan asisten dan mahasiswanya, Mahesa Glagah Agung dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) untuk berkontribusi membuat Face Shield (FS) yang akan digunakan sebagai APD.

“Ini bermula dari informasi yang berkembang di media sosial terkait pemanfaatan mesin 3-D printer dalam pembuatan APD salah satunya FS ini. Kebetulan di Laboratorium Instrumentasi, Departmen ITK, kami punya mesin ini. Selama ini mesin 3-D printer kami gunakan untuk membuat komponen-komponen instrumen dan robot bawah air. Setelah berembuk dengan staf dan asisten dosen kami sepakat untuk mencoba membuatnya. Dan alhamdulillah bisa dibuat.  FS ini berfungsi untuk melindungi wajah sehingga meminimalisir paparan droplet dari pasien,” terang Prof Indra Jaya.

FS ini menggunakan rangka filamen dan visor akrilik 0.2 mm, didesain sehingga kokoh namun ringan untuk digunakan. Komponen dasar FS ini yaitu rangka berdiameter 20 centimeter (cm), visor pelindung 24 x 31 cm dan karet pengikat serta plastik akrilik 0.2 milimeter.

“Proses pengerjaan FS ini dilakukan dengan cukup hati-hati secara kesehatan, dimana setiap pekerja wajib menggunakan masker, face shield dan sarung tangan pada proses produksinya. Rangka filamen dan visor kemudian diusap menggunakan alkohol setiap selesai printing dan dipotong untuk kemudian setiap FS dibungkus menggunakan plastik yang terpisah untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi,” ungkap Prof Indra Jaya.

Seluruh FS yang sudah selesai diproduksi, disimpan dahulu selama 2-3 hari sebelum digunakan. Ini karena berdasarkan riset yang ada, virus corona hanya mampu bertahan selama dua hari diatas permukaan plastik. Hal tersebut dilakukan juga untuk memastikan bahwa FS yang diproduksi benar-benar aman dari COVID-19.

“Face Shield ini telah didonasikan ke rumah sakit atau tenaga medis di sekitar Bogor. Ada juga yang dikirim ke Makassar. Kami sangat berharap bahwa Face Shield ini paling tidak dapat sedikit membantu tenaga medis kita yang melayani dan berjuang menghadapi virus corona ini. Semoga dalam memberikan pelayanan kesehatan mereka tidak tertular atau terinfeksi dengan menggunakan Face Shield ini,” tutupnya. (SHM/Zul)

Source : https://ipb.ac.id/news/index/2020/05/tim-ipb-university-produksi-face-shield-bantu-ketersediaan-apd-bagi-tenaga-kesehatan/c6648f745163ec3c531bf4a22dcd5c99