ITK IPB dalam Lokakarya Genetic Diversity Research at Indo-Pacific

Pada tanggal 14 – 18 Juli 2014 diselenggarakan kegiatan “Advancing Genetic Diversity Research at Indo-Pacific” oleh National Evolutionary Synthesis Center (NESCent). Dr Hawis Madduppa  dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kealutan  IPB merupakan salah satu peserta yang diundang khusus bersama 15 peneliti lainnya yang berasal dari berbagai Negara dan institusi seperti King Abdullah University of Science (Arab Saudi), Texas A&M University-Corpus Christi (USA), University of Hawaii, University of California, California Academy of Scienced, University of Algarve (Portugal), Vrije Universiteit Brussel, University of Queensland (Australia), South African Institute for Aquatic Biodivesity, dan Ludwig-Maximilans-Universiteit Muenchen (Jerman).

Tim ini berencana untuk memeriksa evolusi terbaru dari taksa Indo-Pasifik dengan mengumpulkan semua data genetik populasi yang tersedia. Menurut Dr. Hawis Madduppa, kegiatan ini memiliki dua tujuan penelitian langsung: 1) menyusun dan menganalisis dataset yang ada untuk beberapa spesies menggunakan metode yang konsisten dan seragam serta analisis yang menggambarkan praktek terbaik saat ini dalam genetika populasi untuk lebih menentukan fitur oseanografi dan geografis serta sifat biologis berkorelasi dengan struktur populasi. Hasil ini akan menginformasikan pemahaman kita tentang proses evolusi di wilayah tersebut dan memberikan informasi secara langsung relevan dengan manajer dan organisasi konservasi.

Selanjutnya adalah juga akan: 2) melakukan penyelidikan multispecies skala besar untuk pertama kalinya dan akan menyimpulkan geografi spesiasi antara taksa Indo-Pasifik yang menggabungkan kesimpulan genetika populasi.

Tujuan penelitian ini didukung oleh penciptaan database yang nantinya dapat diakses oleh publik untuk memfasilitasi studi masa depan. Selain itu, kami berencana untuk mengembangkan ruang kolaborasi virtual yang akan mendukung kerja sama internasional dalam penelitian, pelatihan, dan pendidikan genetik berbasis di seluruh wilayah.

Hal ini disadari oleh seluruh peneliti tentang perlunya kolaborasi internasional untuk mengungkap berbagai fenomena alam dengan perangkat genetic.