Indonesia sudah dikenal sebagai tempat tujuan wisata bahari sejak lama. Industri wisata selam dan snorkling sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan tersebut bahkan beberapa lokasi selam menjadi top destinasi kelas dunia.

Untuk menjawab tantangan masa depan tentang kegiatan wisata bahari berkelanjutan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2020, Marine Science and Technology Diving School (MSTDS) Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) IPB University bekerjasama dengan Komunitas Selam ITC 018 melakukan diskusi dengan judul Kisah Selam Dive 3 (5/6). Kegiatan ini mengambil topik  “Menuju Industri Wisata Selam dan Snorkling Berkelanjutan”.

Diskusi online ini dihadiri kurang lebih 150 orang dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri  operator selam, dosen, penyelam profesional, peneliti dan mahasiswa.

Kegiatan ini menghadirkan Marthen Welly dari Coral Triangle Center dan sekaligus koordinator Greenfins Indonesia. Marthen menyampaikan bahwa pada saat ini, di tingkat dunia sudah banyak acuan yang bisa dipakai untuk menjadi panduan pelaksanaan industri selam berkelanjutan salah satunya yang dikembangkan oleh Greenfins.

Selanjutnya lulusan pascasarjana Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Lautan (SPL) IPB University  ini menerangkan bahwa Greenfins yang diinisiasi oleh United Nation Environment Programme (UNEP) ini merupakan gerakan sosial yang mengkampanyekan aktivitas wisata selam dan snorkling berkelanjutan yang sudah diimplementasikan di negara lain di dunia.

“Penting dan perlu untuk pelaku dan pengguna manfaat di industri wisata selam dan snorkling untuk mengetahui dan menjalankan hal-hal apa yang sudah dijalankan secara internasional dan tujuan akhirnya kegiatan wisata yang berkelanjutan,” imbuh anggota luar biasa Fisheries Diving Club (FDC) IPB University ini.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Laboratorium Selam Ilmiah ITK IPB University, Beginer Subhan, “Lingkungan khususnya terumbu karang merupakan modal dan menjadi atraksi utama sehingga praktek-praktek yang mendukung kelestarian kedua hal tersebut juga menjadi hal utama dan ini merupakan salah satu pencapaian SDG 14 Life Below Water,” ungkap dosen IPB University  yang merupakan pakar terumbu karang Indonesia ini.

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2020/06/kisah-selam-industri-wisata-selam-dan-snorkling-berkelanjutan/6814e72fb9f83db2a6ccb553dda742ac